Cadel ??

Sesuai pesan sang adik yang juga cadel, aku mau angkat topik tentang cadel. Apa sih cadel, kenapa sih cadel bisa terjadi, apa penyebabnya dan gimana cara mengatasinya

Yuuuk langsung ke topik pembahasannya aja deh

Cadel / cedal adalah…
ketidakmampuan seseorang untuk mengucapkan suatu huruf, sehingga akan mengucapkan suatu huruf menjadi huruf lainnya (yang paling umum adalah mengucapkan ‘R’ menjadi huruf ‘L’). Ketidakmampuan ini umumnya dialami pada usia anak-anak. Namun adapula orang yang cadel hingga usia dewasa

Fenomena umumnya adalah…
Kesulitan pengucapan bisa bermacam-macam dan berbeda-beda pada setiap anak/orang. Contoh umum adalah:

* Mengucapkan R menjadi L (misalnya Berat menjadi Belat)
* Mengucapkan S menjadi C (misalnya Siapa menjadi Ciapa)
* Mengucapkan K menjadi T (misalnya Dekat menjadi Detat)
* R tapi bunyinya W, Rumah >> Wumah (info dari kaskusers d3c0d3)

Penyebab :

1.Kurang matangnya koordinasi bibir dan lidah

Kemampuan mengucapkan kata-kata, vokal dan konsonan secara sempurna, sangat bergantung pada kematangan sistem saraf otak, terutama bagian yang mengatur koordinasi motorik otot-otot lidah. Untuk mengucapkan konsonan tertentu, seperti R, diperlukan manipulasi yang cukup kompleks antara lidah, langit-langit, dan bibir.
Cara mengatasi:
Orangtua harus meluruskan dengan cara menuntun anak melafalkan ucapan yang benar. Tetapi ingat, orangtua tak boleh memaksakan anak harus langsung bisa, apalagi jika saat itu belum tiba waktu kematangannya untuk mampu melakukan hal tersebut. Pemaksaan hanya membuat anak jadi stres, sehingga akhirnya dia malah mogok berusaha meningkatkan kemahiran berbahasanya. Lakukan pula kerjasama dengan guru, sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih maksimal.

2. Kelainan fisiologis:

Cadel yang disebabkan kelainan fisiologis, jumlahnya sangat sedikit. Penyebabnya dibedakan menjadi 3 yakni:
* Gangguan pada bagian pendengaran
Gangguan ini dapat berupa adanya kerusakan atau ketidaksempurnaan pada organ-organ yang terdapat di telinga, sehingga bisa mempengaruhi pendengaran. Akibatnya, informasi yang diperoleh tidak lengkap sehingga berdampak pada daya tangkap dan tentunya juga mempengaruhi kemampuan berbicaranya.
* Gangguan pada otak
Ada beragam yang dapat dikategorikan sebagai gangguan pada otak. Diantaranya adalah perkembangan yang terlambat, atau karena penyakit yang diderita seperti radang selaput otak, atau kejang terus-menerus. Beragam gangguan ini dapat menyebabkan gangguan pada fungsi otak sehingga berdampak pada gangguan bicara. Salah satunya adalah cadel.
* Gangguan di wilayah mulut
Gangguan ini disebabkan adanya kelainan pada organ-organ di mulut (langit-langit, lidah, bibir, rahang, dan lain-lain). Misal, bibir sumbing, langit-langitnya terlalu tinggi, lidah yang terlalu pendek, rahang yang terlalu lebar, terlalu sempit, atau memiliki bentuk yang tidak proporsional. Namun umumnya kelainan pada organ mulut ini sangat jarang terjadi.
Cara mengatasi:
Kelainan fisiologis dapat diatasi, tergantung berat ringan penyebabnya. Umumnya bila penyebabnya termasuk katagori berat, maksudnya penyakitnya tak dapat disembuhkan atau kelainan organnya tak dapat dikoreksi, maka bisa menjadi cadel yang menetap. Namun bila tergolong ringan, maka cadelnya tidak menetap.

3. Faktor lingkungan

Misal, karena meniru orangtuanya. Banyak orangtua yang menanggapi cadel anaknya dengan kecadelan pula. “Jangan naik pagel (pagar, Red).” Akibatnya, malah bisa membuat anak jadi terkondisi untuk terus bicara cadel.

Padahal saat anak belajar berbicara, ia bisa mengucapkan suatu kata tertentu karena meniru. Nah, kalau orangtua atau orang-orang yang berada di lingkungan terdekatnya berkata cadel, ia akan berpikir, itulah yang benar. Jadilah ia cadel sungguhan. Begitu juga jika ayah atau ibunya cadel (sungguhan). Kemungkinan, anak tak pernah mendengar dan belajar bagaimana seharusnya mengucapkan konsonan tertentu.
Cara mengatasi:
Orangtua harus menghentikan kebiasan berkata cadel dan melakukan koreksi. Amati dengan jeli. Contoh, bila hari ini bisa namun keesokan harinya tidak bisa, maka tugas orangtua segera mengoreksi dengan menyebutkan yang sebenarnya. Mintalah kepada anak untuk mengulanginya beberapa kali. Namun, jangan memaksa. Berikan penghargaan bila ia kembali mampu mengucapkannya dengan baik. Jika orangtua memang cadel, mintalah orang-orang yang berada di lingkungan terdekat untuk memberikan stimulasi kepada anak.

4. Faktor psikologis:

Contoh, untuk menarik perhatian orangtuanya karena kehadiran adik. Yang semula tidak cadel, tiba-tiba menjadi cadel karena mengikuti gaya berbicara adiknya.
Cara mengatasi:
Orangtua harus menunjukkan bahwa perhatian kepadanya tidak akan berkurang karena kehadiran adik. Selain itu, orangtua juga harus terus mengajak anak bicara dengan bahasa yang benar, jangan malah menirukan pelafalan yang tidak tepat.

Cara mencegah cadel adalah…
Demi menghindari timbulnya cadel, rajin-rajinlah memberikan stimulasi pengucapan yang benar. Paling lambat saat anak berusia 2 tahun. Jangan gunakan bahasa dengan pengucapan yang cadel. Jangan mengganti bunyi “s” dengan “c” atau “r” dengan “l”, dan lain-lain.

Jangan pula menghilangkan konsonan tertentu dalam berbicara. Ini kerap dilakukan tanpa disadari oleh orang dewasa dengan alasan memudahkan. Yang paling sering adalah konsonan “R”, semisal “pergi” jadi “pegi” atau “es krim” jadi “ekim”.

Curhatan dari orang yg cadel

Sebagian bsr saudara kandung saya, trmsk saya sendiri, cadel huruf R. Padahal, orang tua saya tidak ada yang cadel, jadi cadel bukanlah keturunan.

Waktu kecil, cadel huruf R ini menjadi bahan olok-olok yang membuat saya minder. Sering saya diejek supaya mengucapkan “Ular Melingkar di Pagar Bundar”. Hal ini sering membuat saya marah tapi hanya saya simpan dalam hati. Bibir tersenyum namun hati tersayat-sayat, hehehe… hanya karena saya memiliki ranking bagus di sekolah (bukan belagu :-P ) yang membuat saya mampu menepis rasa minder dan jika perlu melakukan kick balik :-) .

Banyak orang bilang, orang cadel huruf R biasanya bagus berbahasa Inggris. Entah benar entah hanya ilusi, yang jelas nilai bahasa Inggris saya selalu bagus meski kemampuan lisan masih kalah dari Mickey Mouse.

Saat beranjak dewasa, sesekali masih ada yang mempermasalahkan dan mengejek cadel huruf R ini. Kadangkala saya heran, apa benefit yang dipetik kalau mengejek hal seperti ini ? Mungkin maksudnya sekedar bercanda atau sekedar guyon atau juga lebih karena tidak ada bahan untuk melawan argumentasi kala berdiskusi, namun, pikir saya, akan lebih elegan jika masalah cadel huruf R ini tidak dipermasalahkan, apalagi dijadikan sebagai bahan olok-olok.

Banyak memang, orang yang cadel huruf R namun mampu mengatasi rasa minder dan menganggapnya sebagai sesuatu yang lumrah serta tidak bermasalah, namun banyak juga yang merasa risih jika hal ini dipermasalahkan, apalagi jika pengalaman olok-olok masa kecil masih membekas.

Sebagai salah seorang yang cadel huruf R dan pernah mengalami masa diolok-olok saat kecil, saya menyarankan jika satu saat anda berjumpa dengan orang yang cadel, tidak usahlah dipandang secara berbeda, apalagi mengolok-oloknya. Bercandapun, pikir saya mesti lihat-lihat. Meski masih bisa tersenyum, hati ini terasa pilu (caelah :-) ). Canda untuk cadel huruf R terus terang saja, tidak lucu, tidak juga bermanfaat.

Saat ini, jika masih ada yang mengejek saya soal cadel huruf R, saya tidak mempedulikannya. Namun, jika berkali-kali atau terus menerus mengejek soal cadel huruf R, tentu saja saya tidak lagi respek.
Buat rekan-rekan yang mengalami cadel huruf R, keep it simple. Dunia nggak runtuh hanya gara-gara kita tidak bisa mengucapkan huruf R.

Sumber : Posting tanpa huruf R

Terus terang kebanyakan orang cadel itu jadi minder karena sering diejek/diolok  Buat kaskusers/temen kita yg sering olok”org cadel…plis kasih tau deh jgn ulangi lagi. Dampak psikologinya itu bisa membekas soalnya.

Artis yg cadel
walau cadel, tetep bisa jadi artis  malah mungkin itu nilai jualnya
– Ari wibowo
– Meriam Bellina
– Rico Ceper

3 Comments (+add yours?)

  1. Louisa Gusni Maygrecia
    Mar 26, 2011 @ 08:44:41

    orang cadel bisa terluka mendalam😀
    visit yaa dynaa http://louisagusni.blogspot.com/

    Reply

  2. Christamayaa Shinta J.
    Mar 26, 2011 @ 16:18:27

    iyaa, cadel juga bisa dikira sengaja, ya “so imut” gitu.

    Reply

  3. Bela triana sari
    Oct 04, 2012 @ 14:59:23

    Mksh ya infonya q jgaa seorang yg cadel tp berkat artikel ini q jd lbih pde mskipun q cadel

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: